Kampung Naga; Eksotisme Wisata Budaya

Sampai di Kampung Naga, sekilas kita akan merasakan kembali berada pada zaman dimana manusia masih murni tanpa tersentuh hingar bingar modernisasi. Terletak di kota Tasikmalaya, kampung ini merupakan salah satu perkampungan yang sangat erat memegang tradisi mereka dari zaman ke zaman. Utuh dan menyatu tak tergerus lekangnya waktu.

Pantai Pangandaran

Mendengar kata Pangandaran, pasti terbayangkan ombak laut yang tenang, pasir putih dan wisata cagar alam yang ada disana. Objek wisata yang merupakan primadona pantai di Jawa Barat ini terletak di Desa Pananjung Kecamatan Pangandaran dengan jarak ± 92 km arah selatan kota Ciamis.

Green Canyon; Trip To Paradise

Jika merasa terlalu jauh berkunjung ke Grand Canyon yang ada di Amerika sana, sekarang Anda tidak perlu terlalu kecewa lagi. Indonesia ternyata juga memiliki Green Canyon yang tak kalah cantiknya. Objek wisata mengagumkan ini sebenarnya merupakan aliran dari sungai Cijulang yang melintas menembus gua yang penuh dengan keindahan pesona stalaktif dan stalakmitnya.

Kawah Putih

Di ketinggian Gunung Patuha, tersembunyi keindahan bekas kawah tua yang unik. Bau belerang akan menyambut Anda begitu tiba di tebing kawah, menjadi sajian yang tidak terpisahan ketika mengagumi kawah berwarna hijau muda yang dikelilingi oleh pasir putih serta riak air dalam kawah yang bertabur asap tipis serta sesekali letupan lumpur hidup, menjadikannya sebuah atraksi alam yang tiada duanya.

Gunung Tangkuban Parahu

Duduk dengan anggunnya mendominasi panorama Bandung utara, Gunung Tangkuban Perahu adalah salah satu gunung berapi yang masih aktif di Jawa Barat. Berada di ketinggian 2084 m dpl, gunung berbentuk unik ini telah menarik banyak pengunjung selama puluhan tahun yang datang untuk melihat lebih dekat kawahnya, menikmati panorama lembah sekelilingnya, serta lebih akrab dengan cerita rakyatnya yang terkenal, Sangkuriang.

Friday, July 6, 2012

Kawah Putih

Di ketinggian Gunung Patuha, tersembunyi keindahan bekas kawah tua yang unik. Bau belerang akan menyambut Anda begitu tiba di tebing kawah, menjadi sajian yang tidak terpisahan ketika mengagumi kawah berwarna hijau muda yang dikelilingi oleh pasir putih serta riak air dalam kawah yang bertabur asap tipis serta sesekali letupan lumpur hidup, menjadikannya sebuah atraksi alam yang tiada duanya. Sebagai tambahan, warna air Kawah Putih selalu berubah-ubah bila terkena sinar matahari.

Pertama kali terungkap pada tahun 1837 oleh seorang ilmuwan asal Belanda yang bernama Dr. Franz Wilhelm Junghun, danau di ketinggian 2194 m dpl dengan suhu sekitar 15-22 derajat Celcius ini sangat memesona. Karena keunikannya itu, Kawah Putih menjadi objek wisata bagi wisatawan nusantara dan mancanegara, serta latar belakang favorit bagi para fotografer dan sineas film.

Secara geologis, Kawah Putih terbentuk dari aktifitas letusan Gunung Patuha yang terjadi di abad ke-XII. Nama Patuha sendiri berasal dari nama awal gunung ini, Gunung Sepuh (Bahasa Sunda untuk ‘tua’). 

Wednesday, July 4, 2012

Situs Lingga Yoni

Situs Lingga Yoni terletak di Jl. Blok Gunung Kabuyutan yang secara adinistratif masuk dalam wilayah Blok Wangkelang Kampung Sindanglengo, Sukamaju Kidul, Kecamatan  Indihiang. Situs  yang terletak di daerah bergelombang yang dimanfaatkan sebagai areal perkebunan ini berjarak sekitar 8 km dari pusat Kota Tasikmalaya. Lokasinya yang dekat dengan jalan besar/raya sehingga mudah dijangkau. Secara astronomis terletak pada koordinat: 49 M 0819390 dan UTM 9192758.

Lingga dan Yoni merupakan benda tinggalan budaya masa klasik Hindu-Buddha, sebagai lambang kesuburan dari perwujudan Siva dan Durga dihubungkan dengan pemujaan terhadap Dewi Ibu. Dewa-dewa dalam agama Hindu, khususnya dewa-dewa tertinggi yang digambarkan memiliki kekuatan untuk melakukan “tugas” yang seharusnya. Kekuatan ini disebut šakti dan seringkali diwujudkan sebagai dewi pasangan dewa-dewa tersebut. Dalam aliran Waisnava, Šakti Wisnu diwujudkan sebagai Laksmi. Dalam aliran Saiwa, Sakti Siwa disebut Dewi. Menurut beberapa Kitab Purana, Šakti Siwa atau Dewi memiliki dua aspek santa atau saumnya (tenang) dan aspek kroda atau raudra (dahsyat). Kultus Dewi Ibu menjadi bagian penting pada kebudayaan agraris sekitar 5000-4000 tahun SM. Hal ini muncul dari ketakjuban dan ketidakpahaman akan proses-proses alam, seperti kelahiran. Pada masa ini masyarakat menganggap Dewi Ibu sebagai personifikasi tanah yang melahirkan tanaman yang diperlukan manusia. Kemudian dibuatlah patung-patung wanita dalam sikap jongkok dalam ukuran kecil yang terbuat dari tanah liat dan batu kapur. Pada masa ini Dewi Ibu dipuja bersamaan pasangan laki-lakinya, karena pada prinsipnya dalam proses kelahiran hal tersebut tidak dapat diabaikan. Lambang Dewi Ibu dan pasangannya berupa alat kelamin wanita dan alat kelamin laki-laki.

Lingga Yoni ini berada di puncak bukit Gunung Kabuyutan. Situs ini menempati areal seluas 52.5 m². Pesawahan yang ada di sekitarnya menurut cerita merupakan danau yang di namakan Situ Wangkelang oleh penduduk setempat. Tempat ini diperkirakan sebagai tempat pemujaan pada masa klasik Hindu-Buddha. Tinggalan di situs ini sebagai berikut : 1. Lingga dan Yoni; 2. Fitur. Posisi Lingga dan Yoni sekarang bergeser sekitar 145 cm dari tempat aslinya. Pergeseran ini terjadi akibat terjatuhnya Lingga-Yoni ke Sungai Ciloseh, kemudian penduduk setempat meletakkannya kembali ke atas bukit tersebut, tetapi tidak tepat di tempat aslinya. Secara keseluruhan berukuran tinggi 82 cm, sedangkan secara terpisah adalah : a. Lingga terbuat dari bahan batu andesit dengan tinggi 45 cm. Bagian atasnya berbentuk silinder dengan diameter 19 cm, bagian tengahnya berbentuk segi delapan, dan bagian bawahnya berbentuk segi empat dengan ukuran 18 cm x 18 cm ; b. Yoni terbuat dari bahan batu cadas dengan tinggi 60 cm. Bagian atas berbentuk tidak beraturan dengan kedalaman dudukan Lingga setinggi 21 cm. Pada bagian tengah terdapat hiasan geometri dan berpelipit. Bagian bawahnya merupakan bagian kaki yang berpelipit dan relatif utuh berbentuk segi empat, dengan ukuran besar pada bagian bawah sekitar 55 cm x 50 cm. Fitur diduga merupakan bekas bangunan percandian, tetapi sudah tidak utuh lagi, yang tampak hanya susunan beberapa batu cadas pada sisi timur dan selatan dengan teras setinggi 50 cm.

Lokasi: Jl. Blok Gunung Kabuyutan, Blok Wangkelang Kampung Sindanglengo, Sukamaju Kidul, Kecamatan Indihiang, Tasikmalaya

Taman Wisata Mutiara Sukamulya Aboh

Taman rekreasi ini terletak di Jl. Sukamulya/Aboh lebih kurang 400m dari gedung Bale Kota Tasikmalaya, kondisi dilingkungannya yang bersih dan asri membuat nyaman bagi pengunjung yang datang. Adapun fasilitas yang ada yaitu : Kolam renang untuk balita, anak-anak dan dewasa, arena bermain anak, mesin ketangkasan, sepeda air, kantin, gazebo, mushola serta koleksi binatang pribadi yang khas. Rata-rata tingkat kunjungan wisata Aboh adalah 105.250 orang/tahun. Taman ini mempunyai motto " kawasan untuk dinikmati dalam beragam rekreasi yang mengasyikan aman dan nyaman ". Taman Wisata Aboh adalah alternatif terbaik untuk berekreasi dan berkumpul bersama keluarga sambil makan bersama (botram)

Taman Rekreasi Mangkubumi Indah


Objek wisata ini terletak di Jl. A.H. Nasution / Singaparna, kurang lebih 6 km dari pusat kota. kondisi alamnya yang sejuk dan alami membuat suasana tenang untuk para pengunjung, taman rekreasi ini dilengkapi kolam renang, panggung hiburan, hotel restoran, kantin, area bermain anak-anak, sepeda air, gazebo, mushola dan gedung pertemuan serta are parkir yang luas. Taman rekreasi kurang lebih 5 Ha. Rata-rata tingkat kunjungan wisatawan 42.260 orang/tahun.

Obyek Wisata SItu Gede

Salah satu sumber daya alam yang belum dimanfaatkan secara optimal yang dapat diandalkan untuk pembangunan perekonomian masyarakat Kota Tasikmalaya adalah objek wisata situ gede yang terletak dikelurahan Linggajaya dan Mangkubumi Kecamatan Mangkubumi.

Situ Gede merupakan sebuah danau seluas 47 Ha dengan kedalaman air antara 1,5 s.d. 6 meter. Ditengah-tengah terdapat sebuah pulau dengan luas 1 Ha, dipulau ini dimakamkan Eyang Prabudilaya yang legendanya berkembang di masyarakat Kota Tasikmalaya, letak situ gede relatif dekat dengan pusat Kota Tasikmalaya, kuang lebih+4 km.

Fasilitas bagi wisatawan adalah gazebo 7 buah, tempat parkir cukup luas, masjid, MCK, rakit, tempat memancing, taman dan camping ground.

Aktivitas para wisatawan yang dapat dilakukan adalah joging, memancing, menjala ikan, mengelilingi pulau dengan rakit, menikmati pemandangan alam dengan nuansa pedesaan yang sejuk dan segar, menikmati bakar dan goreng ikan dikios-kios sekitar objek wisata, serta ziarah ke pulau situ gede.
  
Prospek Pasar
Prospek Wisata Alam Situ Gede merupakan salah satu objek wisata alam yang ada di Kota Tasikmalaya dengan jarak relatif dekat dengan pusat kota.
Rata-rata Tingkat Kunjungan : 9.950 orang/tahun.

Sejarah Kota Tasikmalaya

Sejarah berdirinya Kota Tasikmalaya sebagai daerah otonomi tidak terlepas dari sejarah berdirinya kabupaten Tasikmalaya sebagai daerah kabupaten induknya. Maka rangkaian sejarah ini merupakan bagian dari rangakaian perjalanan Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya sampai terbentuknya Pemerintah Kota Tasikmalaya.

Mengenal Kabupaten Tasikmalaya

Kediaman Bupati Tasikmalaya Tempo Dulu
Pada awalnya, nama yang menjadi cikal-bakal Tasikmalaya terdapat di daerah Sukapura. Sukapura dahulunya bernama Tawang atau Galunggung, sering juga disebut Tawang-Galunggung. Tawang berarti sawah atau tempat yang luas terbuka. Penyebutan Tasikmalaya menuncul setelah Gunung Galunggung meletus sehingga wilayah Sukapura berubah menjadi Tasik (danau, laut) dan malaya dari (ma)layah yang bermakna ngalayah (bertebaran) atau deretan pegunungan di pantai Malabar (India). Tasikmalaya mengandung arti keusik ngalayah, bermakna banyak pasir di mana-mana
Abu Volcano Galunggung

Daftar Isi

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...